Translate

Jumat, 26 Desember 2014

KERTAS POSISI TOLAK REPRESIFITAS GERAKAN

Pernyataan Sikap :
Mengutuk Represifitas Gerakan Rakyat Respon BBM
Rakyat Bersatu, Tolak Kenaikan Harga BBM !



Menanggapi kenaikan harga BBM 18 November lalu, Indonesia dilanda gelombang demonstrasi menentang kebijakan ini. Begitu kebijakan itu diumumkan, spontan terjadi protes di beberapa daerah seperti Jakarta, Makassar, Yogya, Medan dan kota lainnya. Aksi-aksi terus dilakukan dan semakin hari semakin memanas. Jakarta sendiri langsung ditetapkan siaga satu paska pengumuman kenaikan, aparat-militer mulai dikerahkan di sudut-sudut kota. Selang beberapa hari gelombang perlawanan makin membesar, represifitas yang dilakukan aparat terhadap rakyat semakin keras pula. Tembakan gas air mata, water canon, pentungan sampai peluru tajam dikerahkan untuk membungkam perlawanan dari rakyat. Kabar terakhir, represifitas dari rezim telah memakan korban jiwa seorang warga asal Sulawesi (M. Arif), puluhan dirawat intensif dan ratusan luka-luka. Sikap rezim ini semakin menegaskan, bahwa rakyat sah-sah saja menjadi tumbal bagi kebijakan pro neoliberalisme.
Selain itu, berbagai alasan digunakan oleh rejim ini dan pakar-pakar bayaran mereka, bahwa kenaikan BBM ini adalah demi rakyat sendiri, bahwa BBM harus naik karena harga minyak dunia yang semakin tinggi, dan berbagai pelintiran analisa ekonomi yang dapat terpikirkan oleh otak mereka. Selain mencoba menipu rakyat dengan teori-teori pembenaran ekonomi mereka, rejim ini juga menggunakan senjata lain untuk menggagalkan aksi perlawanan rakyat ini, yakni membentuk opini publik yang menjelek-jelekkan gerakan perlawanan yang sah ini sebagai aksi yang anarkis dan merusak. Kemudian membuat rekayasa seolah-olah aksi penolakan kenaikan BBM di tentang oleh warga masyarakat, padahal itu bohong. Bahkan, rezim membayar media-media untuk memberitakan kebohongan – bahwa tewasnya salah seorang massa aksi dari UMI dan luka-luka yang dialami oleh massa aksi adalah bukan tanggung jawab aparat-militer.
Kekangan rezim tak hanya sampai disitu saja. Beberapa kampus di kota-kota besar, seperti Universitas Medan (Unimed) dan 6 Universitas di Sulawesi Selatan, terang-terangan melarang para mahasiswa untuk ikut memperjuangkan pembatalan kenaikan harga BBM. Siapapun yang ikut berdemo akan diancam skorsing dan DO. Selain itu, aparat dengan bebas melakukan sweeping di kampus-kampus di Bima dan Makassar, yang berujung pada pembubaran paksa diskusi dan aksi-aksi tolak BBM di area kampus. Bahkan gerakan rakyat yang berbaris menolak kebijakan anti rakyat justru dituduh provokator dan berujung pada penahanan, seperti yang dialami 3 mahasiswa Jogja. Kekangan demokrasi ini tak ubahnya seperti kekangan otoritas Orde Baru, yang anti terhadap demokratisasi baik di kampus maupun di masyarakat. Rezim semakin membuka topengnya. Terang sudah, siapa dan berada dipihak mana rezim ini, yaitu pihak borjuasi.
Kami, SERIKAT MAHASISWA INDONESIA menyatakan sikap :
1.      Mengutuk keras tindakan represifitas terhadap gerakan rakyat dan upaya-upaya pembungkaman anti demokrasi. Hentikan represifitas terhadap gerakan rakyat.
2.      Menyerukan kepada seluruh elemen gerakan untuk mempersolid barisan, memperbesar perlawanan hingga ke daerah-daerah untuk terus memberikan penekanan politik hingga kenaikan harga BBM dibatalkan. Sasaran penekanan politik seperti kampus-kampus, pusat ekonomi (kawasan industri, pelabuhan, tol, dll), serta menduduki pusat-pusat pemerintahan.
3.      Menyerukan bahwa gerakan rakyat harus bertarung propaganda untuk membongkar kebohongan-kebohongan rezim atas pembenaran pencabutan subsidi publik dan kenaikan harga BBM. Sebar selebaran-selebaran, poster maupun spanduk yang berisi ajakan bergerak bersama melawan kebijakan anti rakyat.

Tuntutan :
1. Batalkan Kenaikan Harga BBM !
2. Stop Represifitas Gerakan Rakyat !
3. Lawan Politik Upah Murah !
4. Lawan Pemberlakuan Pasar Bebas dan Masyarakat Ekonomi ASEAN !
5. Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, demokratis dan bervisi kerakyatan !
6. Bangun alat politik alternative !


Jakarta, 29 November 2014
KOMITE PIMPINAN PUSAT

Serikat Mahasiswa Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar