Semangat Perlawanan terhadap Kapitalisasi Pendidikan
Alkisah,
di dunia yang masih dicengkeram kuatnya imperialisme. Chile sebagai sebuah
negara yang sempat mencium aroma transisi sosialisme, menorehkan sejarah besar,
terutama bagi gerakan mahasiswa. Paska kudeta militer dan kapitalis terhadap
masa pemerintahan Salvador Allende, Chile seakan mengalami kemunduran pelak.
Rezim Augusto Pinochets telah sukses menghantarkan Chile ke jurang jaring
imperialisme. Selama 30 tahun terakhir, fungsi utama dari sistem pendidikan
Chili telah memperluas akumulasi modal.
Paska
Pinochet, pemerintah La Concertacion Sebastián Piñera, berusaha untuk
mereformasi sistem dengan meningkatkan privatisasi pendidikan dasar dan
menengah. Kerangka transformasi sistem pendidikan Chile tersebut merupakan
campuran antara konservatif, otoriter dan kapitalis neo-liberal. Ringkasnya
sebagai berikut:
a)
keseluruhan proyek transformasi dalam sistem pendidikan adalah Cile berakar
dalam konsep model New Public Management. Ini bisa digambarkan sebagai berikut:
"Terinspirasi oleh neoliberalisme ekonomi dan New Public Management,
reformasi pendidikan dipupuk dengan kompetisi antar sekolah dan perguruan
tinggi. Para penyelenggara pendidikan di motivasi untuk meningkatkan, mempromosikan
efisiensi dan meningkatkan standar dengan sistem otonomi sekolah dan kampus.
Maka marak desentralisasi dari administrasi pendidikan ke pemerintah daerah,
dan diberlakukan pembiayaan sekolah berdasarkan sistem voucher untuk menutupi
biaya operasional, dan perputaran modalnya dihitung pada kehadiran murid
rata-rata bulanan (Matear, 2006: 103104) ".
b) Sistem
pendidikan lama, dengan peran penting negara sebagai pemasok pendidikan publik
sekonyong-konyong berubah. Hal digantikan oleh sistem baru berdasarkan pasar
bebas, manajemen swasta dan berorientasi pada keuntungan pendidikan dan ketika
negara dipertahankan beberapa fungsi juga harus bertujuan memenuhi tujuan
tersebut.
Negara
secara drastis mengurangi perannya dalam sektor pendidikan sebagai pemasok dana;
tetapi mempertahankan eksistensi secara narsis dalam isu regulasi pendidikan,
seakan menampakkan kontrol atas program studi dan kurikulum.
c) Hak
untuk pendidikan hanya dimaksudkan untuk melindungi pasar bebas pendidikan,
tetapi tidak akses egaliter maupun kualitas pendidikan.
d)
Minimnya perhatian pada kualitas dan kesejahteraan pengajar dan pegawai2
administratif di sekolah dan kampus. Mayoritas pengajar disana tak mendapatkan
tunjangan dan gaji yang layak.
e)
Universitas besar memegang monopoli penyebaran pendidikan dengan membuat
cabang-cabang di daerah-daerah, tentu dengan tarif melangit dengan skala
nasional. Sehingga kampus2 kecil mulai tergulung, justru makin banyak yang tak
mampu menjangkau perguruan tinggi.
f) Soal
partisipasi swasta, Negara mulai mendistribusikan dana publik melalui sistem
berdasarkan voucher. Hal ini sedikit mirip dengan UGM yang bekerjasama dengan
PT. Trans, yang mulai bulan depan (Oktober 2011) akan memberlakukan KTM sebagai
karcis TransJogja (dengan keharusan mahasiswa mengiur 100rb/bln).
g) Soal
partisipasi dalam pasar pendidikan baik itu sebagai pengusaha atau sebagai
konsumen,
masyarakat diberi kebebasan pilihan. Masyarakat diberi kebebasan (selama punya
modal) dalam pendirian lembaga-lembaga pendidikan. Hal ini akan menimbulkan
praktek privatisasi makin menjamur.
Paparan
pendidikan neoliberal di Chile telah menyebabkan tumbuh kesadaran di kalangan
siswa sekolah menengah dan universitas bahwa sistem pendidikan harus dirubah
secara radikal !
Tanda-tanda
pertama dari keresahan yang berkembang terjadi pada 2006. Berikut beberapa
kronologis nya :
April, 26 : Barisan ribuan mahasiswa turun ke jalan menuntut penghapusan
biaya pendaftaran dan test masuk perguruan tinggi. Aksi ini di represi polisi.
May, 1 : Barisan ribuan mahasiswa berpartisipasi dalam May Day. Aksi
ini rusuh, sebagian massa aksi ditangkap di kota Santiago dan beberapa kota
lainnya.
May, 4 : Aksi lanjutan kedua di Santiago, mahasiswa membuat petisi.
May, 6 : Tidak kunjung di respon, barisan mahasiswa mendesak Menteri
Pendidikan Chile untuk segera memberi keputusan perihal tuntutan mahasiswa
dalam bentuk petisi.
May, 7 : Gerakan mahasiswa Chile (ACES) mengajak seluruh elemen
masyarakat untuk berdemonstrasi pada 10 Mei. Organisasi serikat Guru turut
mendukung aksi ini.
May, 10 : Ribuan mahasiswa beserta pendukung dari sektor gerakan lainnya
melakukan demonstrasi. Media nasional dan internasional mulai menyoroti isu dan
petisi yang menentang kapitalisasi pendidikan. Mahasiswa di beberapa universitas
mulai melakukan aksi besar2an. Teriakan dan perlawanan gerakan mahasiswa ini
disambut represi oleh polisi penjaga rezim Pinero.
May, 16 : Mahasiswa menolak pemiskinan massal dan regulasi2 pro kapital
yang di tawarkan pemerintah. Mereka merencanakan aksi lagi pada tanggal 18 Mei.
May, 18 : Demonstrasi besar. Pemerintah merespon keras dengan represif.
May, 19 : Pelajar-pelajar menduduki sekolah. LOCE dan gerakan mahasiswa
lainnya mengapresiasi gerakan pelajar ini.
May, 21 : Presiden Pinero melakukan konferensi pers dan menawarkan
tawaran yang dianggap tidak solutif oleh gerakan pelajar dan mahasiswa.
May, 22 : Di banyak sekolah-sekolah dan kampus menyatakan akan terus
melakukan demonstasi. Di beberapa titik mulai ramai konsolidasi dan perdebatan
mengenai APA YANG AKAN DILAKUKAN SELANJUTNYA ?
Slogans “fighting for a public and good
education for everyone” lahir sebagai ruh yang menyatukan
konsolidasi gerakan pelajar dan mahasiswa.
May, 23 : Kampanye anti kapitalisasi pendidikan dan demonstasi terus
berlanjut.
May, 24 : Sebagian anggota parlemen mengancam guru-guru yang
bersolidaritas, dengan sanksi administrastif bila mereka terus mendukung aksi
ini.
May, 25 : Gejolak perlawanan terus berlanjut
dan hampir 50.000 mahasiswa berpartisipasi dalam demonstrasi rally. Sebuah
panggilan perubahan di penjuru Chile di gaungkan.
May, 26 : Lebih dari 100.000 pelajar dan mahasiswa termobilisasi dan
ratusan sekolah diduduki. Terjasi krisis politik nasional. Lalu direncanakan
aksi besar tanggal 30 Mei akan lebih besar dan radikal. The crisis reached
national proportions.
May, 28 : Lebih dari 200 sekolah berpartisipasi di gerakan ini. Banyak
berdatangan partisipasi dari guru-guru dan orangtua murid.
Dalam
website dan situs jejaring sosial gerakan massa membuat statmen :
“We think that this
market-oriented education is maintained by the capitalist system
and all
the politicians that sustain it. That is the problem and only abolishing such
economics
system we could get real solutions”. (diambil dari salah satu situs milik pelajar Chile).
May, 29 : Lebih banyak lagi sekolah-sekolah yang diduduki. Kritik dan
sindiran keras terhadap pemerintahan yang pro neoliberal mulai massif, juga ajakan
untuk aksi tanggal 30 Mei , terutama di dunia maya.
May, 30 : Masyarakat di penjuru Chile menjadi saksi demosntrasi besar2an
skala nasional. Lebih dari 250 sekolah ikut ambil bagian. Aksi ini menjadi
sejarah baru, sebagai aksi terbesar menentang rejim diktator pro neoliberal
Pinero. Gerakan mahasiswa mempunyai kekuatan mobilisasi dari dukungan dan
partisipasi pelajar, guru, orangtua, dan sektor lainnya seperti gerakan buruh
dan petani. Lebih dari 1,6 juta massa turun k jalan. Lebih dari 100.000 mahasiswa
termobilisir. Sayangnya, aksi ini di sambut represi keras oleh militer.
Prestasi
gerakan mahasiswa di Chile tak berhenti sampai di situ. Ribuan kali aksi protes
menentang kediktatoran rezim terus dilakukan bersama massa rakyat pekerja,
pelajar, dan lainnya. Yang patut menjadi bahan pembelajaran, terutama
buat gerakan mahasiswa Indonesia yang sering dirudung kebosanan, bahwa gerakan
mahasiswa di Chile menggunakan strategi kreatif, massif dan kontinu dalam
kampanye isu dan mengorganisir massa di kampus2, serta membuka pintu
konsolidasi secara luas dengan membuka ruang dialog dengan golongan intelektual
kampus, dan serikat-serikat guru, petani, seniman dan pekerja.
Deretan
kisah perjuangan gerakan mahasiswa Chile sangat luar biasa taktis kreatif.
Misalnya, sebagai respon terhadap deklarasi pemerintah hari libur awal,
mahasiswa turun ke jalan dalam pakaian renang dan peralatan snorkeling,
meskipun di tengah musim dingin! Gerakan mahasiswa mampu merubah seluruh bagian
kota Santiago dengan karnaval surealis dalam makna protes dan sindiran keras
terhadap kebijakan diskriminatif pemerintah, media yang selama ini dikontrol
pemerintah pun tak bisa menahan diri untuk meliput aksi kreatif itu.
Aksi
protes juga terjadi di dunia maya, seperti maraknya video2 Youtube yang
mendokumentasikan aksi karikatif dan aksi formal gerakan mahasiswa. Kemasan
propaganda luarbiasa kreatif, misalnya tari-tarian ala Lady Gaga atau
dokumentasi teater sindiran di pusat ibukota, 'el besaton' massa mencium
maraton, dan rekonstruksi bunuh diri sebagai ejekan terhadap pemerintah.
Totalitas aksi mereka dengan berani memboikot pintu-pintu kelas di
sekolah-sekolah dan kampus adalah langkah yang luarbiasa berani....
Lalu.
gejolak kembali membuncah pada tahun 2011. Pada tanggal 9 Agustus dan 18,
demonstrasi besar terjadi di Santiago dan di kota-kota utama di Chile. Antara
150.000 dan 200.000 barisan mahasiswa dan pelajar di ibukota menyatakan sikap
bahwa jalan dialog dengan pemerintah mustahil membuahkan hasil, tak ada jawaban
memuaskan terhadap tuntutan mereka untuk menggratiskan dan mengkualitaskan
pendidikan Chile. Gerakan pun meluas.
Orangtua
murid, seniman, guru dan pekerja menyatakan komitmen mereka untuk menjadi
bagian dari gerakan demokrasi yang menuntut sebuah masyarakat yang demokratis dan
mengakhiri 30 tahun neoliberalisme di negara itu. Bahkan golongan elit swasta
siswa SMA bergabung dengan gerakan ini.
Diperkirakan
dari 4 juta mahasiswa di Chile, 500.000 secara aktif berpartisipasi dalam
perjuangan. Namun, jelas bahwa banyak lapisan masyarakat juga aktif terlibat.
Misalnya, sebagian ada yang untuk mengekspresikan solidaritas mereka dengan
memukul pot pada malam hari. Mobilisasi untuk menduduki tempat-tempat umum,
jalan-jalan alun-alun dan jalan raya, membawa ingatan akan perjuangan anti-Pinochet
pada 1980-an. Hal ini kemudian menjadi daya tarik yang luas bagi gerakan rakyat
tampak jelas dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh ‘solidaritas keluarga
untuk pendidikan' pada 21 Agustus di taman utama pusat Santiago. Pertemuan itu
menarik 1 juta orang dalam mendukung tuntutan siswa.
Alhasil :
Knop Revolusi Pendidikan Chile diaktifkan !
----
Jika
sedikit dikomparasikan dengan Indonesia, sedikit banyak ada persamaan. Dari
transisi ke hampir sosialis, dikudeta militer, jatuh ke jurang jaring imperialisme,
skema liberalisasi dunia pendidikan hingga terbit regulasi-regulasi anti
rakyat. Protes pun sebenarnya sudah sering dilakukan, hanya saja memang masih
banyak evaluasi dari setiap gerak kita. Tapi proses panjang dan rumit itu akan
membuahkan dialektika manis untuk gerakan kita. Ini bukan skor final perjuangan
kita, kawan.
Gerakan
Mahasiswa Indonesia : Mari Bangkit ! Lawan ! Hancurkan Tirani !
Sumber :
“Our
future is not for sale” The Chilean Student Movement Against Neoliberalism, oleh Manuel Larrabure dan Carlos Torchia.
“The
student movement in Chile during 2006 and beyond : reclaiming the right to
education in imperialism world, neoliberalism, and capitalism hegemony”, oleh
Cristián Alarcón Ferrari.
Oleh : Nuy Lestari, KPP DPP SMI




0 komentar:
Posting Komentar